Cara Budidaya Ikan Gurame Yang Benar
Sebelum kita pelacari cara budidaya ikan gurame, baiknya kita ketahui dulu seluk-beluk tentang ikan gurame. Ikan gurame adalah jenis ikan air tawar yang bisa berukuran cukup besar bisa mencapai berat 5 kg, dengan bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarnakekuningkuningan atau keperak-perakan. Ikan gurame berasal dari Jawa Barat – Indonesia tepatnya perairan Sunda, kemudian menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Ikan gurame merupakan ikan konsumsi yang pertumbuhannya agak lambat dibandingkan ikan air tawar lainnya.
Berikut ini klasifikasi dari ikan gurame:
Klas: Pisces
Sub Kelas: Teleostei
Ordo: Labyrinthici
Sub Ordo: Anabantoidae
Famili : Anabantidae
Genus: Osphronemus
Species: Osphronemus goramy (Lacepede)
Ikan gurame jenis porselen banyak dikembangkan di daerah Jawa Barat karena lebih unggul dalam menghasilkan telur, dan mendapat julukan top of the pop. Kalau jenis bastar hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, sedangkan jenis porselen mampu menghasilkan 10.000 butir.
Lokasi yang tepat untuk budidaya ikan gurame:
- Ikan gurame tumbuh normal pada lokasi pemeliharaan diketinggian 50-400 m dpl.
- Jenis tanah liat atau lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus merupakan tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan. Karena jenis tanah tersebut bisa menahan massa air yang besar juga tidak mudah bocor kalau dibuat pematang atau dinding kolam.
- Kemiringan tanah kolam yang baik antara 3-5%, agar terjadi pengairan kolam secara gravitasi.
- Kualitas air harus betul-betul bersih dengan dasar kolam tidak berlumpur, tidak mengandung bahan kimia atau limbah pabrik, dan tidak terlalu keruh.
- Kedalaman 70-100 cm dengan sistem pengairan mengalir sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan gurame. Dengan debit air 3 liter/detik untuk pemeliharaan secara tradisional pada kolam khusus, dan debit air antara 6-12 liter/detik untuk pemeliharaan secara polikultur.
- Suhu air berkisar antara 24-28 0C.
- Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8.
Pedoman Teknis Budidaya Ikan Gurame
A. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Kolam
Kolam yang digunakan untuk budidaya ikan gurame antara lain:
- Kolam penyimpanan induk – Kolam tanah dengan luas 10 m2, kedalamam minimal 50 cm dengan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
- Kolam pemijahan – Kolam tanah dengan luas 200-300 meter2, kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 m2 (tergantung sistem pemijahan). Suhu air antara 24-28 0C, kedalaman air 75-100 cm, dan dasar kolam sebaiknya berpasir. Siapkan injuk untuk sarana tempat menempel telur.
- Kolam pemeliharaan benih atau kolam pendederan
Luas kolam antara 50-100 m2, kedalaman air kolam 30-50 cm, dengan kepadatan 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan antara 3-4 minggu sampai benih ikan berukuran 3-5 cm.
- Kolam pembesaran
Jumlah penebaran bibit pada kolam pembesaran sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/m2. Kadang diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm.
- Kolam atau tempat pemberokan
Kolam ini adalah tempat untuk membersihkan ikan sebelum dipasarkan
2. Cara pembuatan kolam:
- Siapkan tanah ukuran 10 x 10 m (100 m2).
- Buat pematang kolam ukuran lebar 0,5 m, bagian bawah 1 m dan tinggi 1 m.
- Pasang pipa/paralon/bambu besar untuk masuk dan keluar air. Atur tinggi dan rendahnya supaya air mudah mengalir.
- Tanah dasar kolam induk dicangkul agar gembur, kemudian diratakan lagi supaya tanah menjadi lembut setelah diairi dan lobang-lobang atau pori-pori tanah akan tertutup yang dapat mengakibatkan bocor. Jangan lupa dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.
- Buat saluran memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar di tengah-tengah kolam induk dengan lebar 0.5 m dan dalam 15 cm.
- Taburkan 2 karung pupuk kandang secara merata, kemudian masukkan air dengan ketinggian 0.75-1 m. Biarkan selama 1 minggu supaya pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut, serta untuk menguji agar kolam tidak bocor.
3. Peralatan Yang Dibutuhkan
Alat-alat yang digunakan dalam pembenihan ikan gurame diantaranya: hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), jala, waring (anco), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau dan piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
B. Pembibitan
1. Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik:
- Gerakan normal dan lincah.
- Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
- Ukuran kepala relatif kecil.
- Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
- Susunan sisik teratur, licin, warna cerah dan mengkilap serta tidak luka.
- Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
- Berumur antara 2-5 tahun.
2. Perbedaan induk jantan dan induk betina:
a. Induk Betina
- Dahi menenjol
- Dagu putih kecoklatan
- Dasar sirip dada terang gelap kehitaman
- Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak
- Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan
b. Induk Jantan
- Dahi menonjol.
- Dagu kuning
- Dasar sirip dada terang keputihan
- Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih
3. Pemeliharaan Induk
Pilih 20-30 ekor untuk luas kolam 10 m2 dalam kolam penyimpanan induk. Beri pakan berupa makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg untuk tiap induk dengan berat antara 2-3 kg setiap hari pada sore hari. Beri makanan tambahan dedak halus yang diseduh air panas 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blek minyak tanah.
4. Pembenihan
Induk segera masukkan ke dalam kolam pemijahan jika proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya. Cara pemijahan ikan gurame sebagai berikut:
- Perbaiki tanggul dan dasar kolam dan keringkan selama 5 hari.
- Lakukan pengapuran dan pemupukan biarkan selama 3 hari. Pemupukan dasar kolam dengan pupuk kandang dosis 7,5 kg/100 m2.
- Dasar kolam ditanami dengan tanaman ganggang.
- Isikan air yang telah dicampur dengan pupuk buatan TSP perbandingan 500 gram/100 meter persegi, biarkan 1 minggu kemudian tambah air sampai kedalaman 75 cm.
- Kolam dengan luas 100 m2 disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan. Setelah pemijahan berlangsung selama 1-2 hari, induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yang kemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. Jika induk-induk terpelihara baik 20-30 hari kemudian induk akan berpijah lagi, dan beberapa hari kemudian telur akan menetas.
5. Pemeliharaan Bibit
Setelah benih berumur 1-2 bulan sejak menetas, dibesarkan pada kolam pendederan atau boleh juga di sawah. Proses pendederan yaitu melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang, pemasangan saringan atau perbaikan pipa pada pintu masuk atau keluar air.
Benih ditebar pada kolam pendederan dengan kepadatan 30 ekor/m2 dengan ukuran benih 5-10 cm. Makanan yang diberikan selama proses pemeliharaan berupa rayap atau daun yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% dari berat badan rata-rata ikan. Dedak halus yang diseduh air panas merupakan makanan tambahan diberikan 1 kali dalam seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih ikan. Lamanya proses pendederan sekitar 1-2 bulan.
C. Proses Pemeliharaan Pembesaran
1. Pemeliharaan pembesaran dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
- Polikultur
Ikan gurame dipeliharan dengan ikan lain seperti ikan mas, ikan tawes, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih efektif dan menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang lambat.
- Monokultur
Hanya ikan gurame yang dipemelihara, bibit minimal berumur 2 bulan yang disebar. 500 ekor bibit (ukuran 10-15 cm) ditebar pada kolam sekitar 1500 meter2.
2. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 1 kali dalam proses pemeliharaan, bisa menggunakan bahan kimia dan pupuk kandang. Tujuannya untuk meningkatkan pakan alami.
Pupuk kandang sebanyak 7.5 kg diberikan pada saat kolam dikeringkan untuk luas kolam 100 m2. Berikan air sampai ketinggian 10 cm, biarkan selama 3 hari.
Tahap berikutnya pemupukan menggunakan pupuk buatan misalnya TSP atau pupuk Urea, perbandingan 500 gram / 100 m2 kolam.
3. Pemberian Pakan
Makanan utama ikan gurame berupa pelet atau makanan alternatif berupa dedaunan seperti daun pepaya, ketela pohon, keladi, genjer, kimpul, kangkung, ketimun, ubi jalar, labu dan dadap.
4. Pemeliharaan Kolam
Setelah panen bersihkan kolam dengan cara dikuras. Kemudian lakukan pemupukan untuk kesuburan kolam, sehingga jika benih disebarkan pakan alami akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan lebih cepat.
D. Penyakit Dan Hama
1. Penyakit
Penyakit pada ikan gumare disebabkan oleh non parasiter dan parasit. Gangguan non parasiter diakibatkan pencemaran air atau kelainan tubuh karena keturunan. Diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk medeteksi penyakit ikan akibat non parasite, gejala yang tampak biasanya ikan menjadi kurus dan gerakannya lamban.
Penyakit yang disebabkan parasit diakibatkan oleh bakteri, jamur, virus dan mikroorganisme lainnya. Ikan yang sakit akibat parasit bisa dikenali:
- Penyakit pada kulit – Bagian yang terkena penyakit berwarna merah terutama bagian dada, perut dan pangkal sirip.
- Penyakit pada insang – gejalanya tutup insang mengembang dan lembaran insang menjadi pucat, kadang tampak semburat merah dan kelabu
- Penyakit pada organ dalam – perut ikan bengkak dan sisik berdiri.
Pencegahan bisa dilakukan dengan mengangkat ikan dan lakukan penjemuran kolam beberapa hari supaya parasit mati. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset.
Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia:
1. Kalium Permanganat (PK)
- Siapkan air sumur atau sumber air bersih dalam bak.
- Buat larutan PK dengan perbandingan 2 gram/10 liter atau 1,5 sdt/100 liter air.
- Rendam ikan dalam larutan selama 30-60 menit.
- Ulangi pengobatan 3 atau 4 hari kemudian jika ikan belum sembuh betul.
2. Neguvon
Rendam ikan pada larutan neguvon sebanyak 2-3.5 % selama 3 menit. Larutkan Neguvon pada kolam untuk memberantas parasit dengan konsentrasi 0.1 %, siramkan pada kolam yang telah dikeringkan. Biarkan selama 2 hari.
3. Garam Dapur
Garam dapur bisa digunakan sebagai obat alternatif jika sulit mendapatkan bahan-bahan kimia. Caranya:
- Siapkan air bersih pada wadah. 100 cc air bersih dicampurkan 1-2 gram (NaCl)
- Rendam ikan dalam larutan tersebut selama 5-10 menit
- Segera pindahkan ikan pada wadah yang berisi air bersih, selanjutnya pindahkan kembali ke dalam kolam
- Dilakukan pengobatan 3-4 hari kemudian.
2. Hama
Musuh bagi benih gurame yaitu gangguan dari ikan pemangsa dan beberapa jenis ikan peliharaan seperti sepat, tawes, dan ikan gurame itu sendiri. Musuh lainnya seperti biawak, katak, ular dan burung pemangsa.
E. Panen
Untuk benih dilakukan setelah berumur 1 bulan. Caranya surutkan air sedikit demi sedikit, pasang jaring lembut di pintu keluar untuk menampung benih atau buat parit di tengah kolam menuju ke lubang keluar. Bibit yang terawat baik bobotnya bisa mencapai 0.3 gram/ekor saat dipanen.
Untuk panen hasil pembesaran tergantung dari permintaan konsumen. Umumnya panen dilakukan setelah umur ikan 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun panjangnya sekitar 25 cm dengan berat 0.3 kg/ekor, sedangkan untuk umur ikan 3 tahun panjangnya 35 cm dan beratnya 0.7 kg/ekor.
Penangkapan dilakukan pada pagi hari dengan cara air disurutkan
F. Pasca Panen
a. Penanganan ikan hidup
Nilai ikan hidup lebih mahal dibanding ikan yang sudah mati ketika sampai pada tangan konsumen. Berikut hal yang harus diperhatikan agar ikan dalam keadaan hidup, segar dan sehat sampai ke tangan konsumen:
- Gunakan air bersuhu rendah sekitar 20 0C dalam pengangkutan.
- Waktu pengangkutan baiknya pagi atau sore.
- Dalam alat pengangkutan jumlah ikan tidak terlalu padat.
b. Penanganan ikan segar
Supaya kualitas ikan segar tidak cepat turun perlu diperhatikan:
- Hati-hati dalam penangkapan agar ikan-ikan tidak luka.
- Bersihkan ikan dari lendir sebelum dikemas.
- Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat menggunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang atau plastik. Untuk pengangkutan dengan jarak jauh digunakan kotak atau fiberglass..
c. Ikan beku menggunakan es dengan suhu 6-7 0C
Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
Sedangkan untuk pananganan pasca panen benih hal yang harus diperhatikan:
- Pilih benih ikan sehat bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat.
- Gunakan air sumur yang telah diaerani semalam untuk media pengangkutan agar bebas dari bahan organik dan bebas penyakit.
- Berok benih beberapa hari sebelum diangkut.
- Berdasarkan lama dan jarak pengiriman, pengangkutan benih menggunakan dua sistem:
- Sistem terbuka – untuk pengangkutan benih jarak dekat menggunakan alat pengangkut berupa keramba. Isi air bersih 15 liter untuk 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
- Sistem tertutup – untuk pengangkutan benih jarak jauh perjalanan lebih dari 4-5 jam gunakan kantong plastik. Media terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo), H2O sebanyak 9 gram.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
(1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
(2) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
(3) alirkan oksigen dari tabung ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
(4) ikat kantong plastik;
(5) masukkan kantong plastik ke dalam dus dengan posisi membujur atau ditidurkan.
Hal yang harus diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan:
- Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam baskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
- Buka kantong plastik dan tambahkan air yang berasal dari kolam sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
- Pindahkan benih ikan ke baskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
- Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Benih ikan diberi pakan secukupnya dan dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4 % selama 3-5 menit.
- Setelah dikarantina selama 1 minggu, tebar benih ikan di kolam budidaya.
d. Peluang Agribisnis
Pasar ikan gurame bisa dibilang sangat mudah, karena rasa ikan gurame yang lezat membuat peminatnya semakin meningkat. Di restoran dan rumah makan selalu tersedia menu ikan gurame baik bakar ataupun olahan lain, selain itu di masyarakat Ikan gurame merupakan ikan khas yang harus ada jika ada acara pesta-pesta.
Sumber: http://warintek.bantulkab.go.id/web.php?mod=basisdata&kat=1&sub=3&file=62
Maturnuwun Infonya Bu Hana … Monggo mampir di Blog saya
Makasih tipsnya, sangat membantu bagi yang ingin mempelajari budidaya ikan gurami
bagi rekan2 peternak ikan gurame yg sedang cari2 pakan alternatif,kami juga menyediakan Azolla microphylla sebagai pakan alternatif untuk ikan gurame,azolla dengan kandungan protein yg tinggi,sangat baik untuk perkembangan gurame.anda dapat membudidayakanya sendiri sebagai stok,azolla sangat cepat berkembang biak,mudah di budidayakan.dengan membudidayakan azolla,anda serasa punya pabrik pakan sendiri.info hub
085264608009